Friday, 12 June 2015

Sukses Diterima Kerja karena Sukses Menjawab 18 Pertanyaan Ini DECEMBER 25TH, 2014 WIKAN SAKARINTO KARIR & WIRAUSAHA 1 COMMENTS [ISIGOOD.COM] Dari puluhan kali terlibat dalam wawancara dengan ratusan atau bahkan ribuan orang pelamar pekerjaan, ada beberapa jawaban yang menarik untuk dishare disini. Terus terang saya tidak ingat detil kata per kata atau kalimat per kalimat. Pengalaman-pengalaman tersebut dikumpulkan dalam artikel ini berdasarkan konteks dan garis besar jawaban-jawaban para pencari pekerjaan yang saya anggap manjur hingga bisa sukses diterima kerja.
Inilah daftar pertanyaan yang kerap muncul, dan jawaban-jawaban yang akhirnya menjadi faktor penentu sukses diterima kerja. 1. Sebutkan kelebihan anda dan kekurangan anda. Untuk menyebutkan kelebihan pasti relatif mudah, namun jangan terlalu narsis. Tapi untuk berterus terang tentang kekurangan harap berhati-hati karena bisa menjadi bumerang yang cukup telak di masa mendatang ketika sudah diterima kerja. “Kekurangan saya adalah terlalu inginnya tepat waktu sehingga kadang-kadang membuat rekan kerja kurang nyaman ketika tidak bisa menyesuaikan dengan ritme saya”. Atau anda bisa mempertimbangkan jawaban ini, “Saya kurang bisa memilih dan mengorbankan salah satu dari dua pilihan yang sama-sama baik tapi sifatnya bertentangan di lapangan. Misalnya antara keharusan selesai dengan waktu secepat-cepatnya dan keharusan menghasilkan sesuatu yang sebaik-baiknya”. Beberapa pewawancara juga bisa menghargai jawaban-jawaban simple dan jujur seperti, kurang bisa mengelola waktu, kurang ingat waktu kalau sudah asyik bekerja, kurang tangguh dalam pekerjaan rutin dan teknis, kurang bisa menolak permintaan orang lain, dan sebagainya. 2. Apa yang membuat anda yakin bahwa andalah yang kami cari untuk posisi/lowongan ini? 3. Apa yang membuat anda berbeda dengan pelamar lain? Untuk pertanyaan No.2 dan No.3, gunakan strategi ‘Kecap No.1, tapi jangan menjelek-jelekkan kecap lain’. Dulu pernah ada jawaban sebagai berikut, “Karena saya memiliki kompetensi yang cocok dengan lowongan ini, dan saya betul-betul bekerja keras ketika mempelajarinya di tempat saya bekerja (atau ‘magang kerja’ bagi yang belum punya pengalaman kerja) yang dulu. Pengalaman itu selalu menjadi guru terbaik saya untuk semakin memperbaiki kualitas dan kompetensi saya”. Bisa dipertimbangkan pula contoh jawaban berikut ini, “Karena saya sejak dulu aktif di organisasi mahasiswa, sehingga sudah terbiasa bekerja sama dalam sebuah tim, serta terbiasa berkomunikasi serta melayani dan membantu orang lain.” 4. Berapa gaji minimal yang anda harapkan? Inilah pertanyaan klasik yang selalu muncul. Tapi uniknya, sebagian besar pelamar terlihat salah tingkah dan tidak nyaman ketika menjawabnya. Seharusnya dipersiapkan jawaban dan alasan pendukungnya. Misalnya, “Saya akan menyesuaikan diri dengan aturan penggajian di perusahaan ini.” Ini sebagai jawaban awal, kemudian lihat situasinya. Apabila ditanya lebih jauh, cobalah hingga mampu menyebut kisaran angka. Apabila harus menyebutkan angkanya, maka saya berharap 4 sampai dengan 5 juta rupiah, tentunya dengan segala pertimbangan”. 5. Pertanyaan lanjutan: Mengapa anda menginginkan gaji minimal sebesar itu? “Dengan beban kerja yang diberikan kepada saya, serta dengan kemampuan yang saya miliki, saya yakin akan mampu memberikan yang terbaik. Oleh karena itu saya juga berharap mendapatkan penghasilan yang mencukupi untuk membiayai kebutuhan pokok dan mulai bisa menabung untuk masa depan. Angka yang saya sampaikan tadi saya perhitungkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mulai menabung”. 6. Bagaimana anda yakin bekerja di sini akan membuat anda kerasan/bahagia? Pertanyaan ini sangat normatif, silakan dicoba contoh jawaban berikut ini, “Saya akan merasa bahagia apabila bisa bermanfaat dan membahagiakan orang lain. Dan saya yakin bisa bekerja sama dengan rekan-rekan kerja di sini”. 7. Apa yang anda lakukan ketika anda tidak cocok dengan karakter atasan langsung anda? Cobalah pertimbangkan jawaban berikut ini, “Pada prinsipnya saya akan tunduk pada peraturan dan SOP yang ada di sini. Saya tidak akan mempermasalahkan hal-hal yang bersifat pribadi. Karena saya yakin bekerja di manapun pasti akan bertemu dengan rekan kerja yang bermacam-macam karakternya, jadi saya harus siap”. 8. Apakah yang membuat anda tertarik mendaftar pekerjaan ini? Untuk pertanyaan ini ada banyak cara menjawabnya. Biasanya para pelamar menyebutkan reputasi perusahaan, reputasi produknya, atau job yang ditawarkan cocok dengan background/kompetensi mereka. Saya sarankan, persiapkanlah untuk menjawab pertanyaan ini dengan baik. Caranya, yaitu pastikan anda sudah mendalami informasi perusahaan dan produknya semaksimal mungkin, sebelum anda memasuki ruang wawancara. 9. Apakah yang membuat anda kuatir atau tidak nyaman dari pekerjaan ini? Nah untuk pertanyaan yang satu ini para pelamar biasanya gelagapan ketika menjawabnya. Cobalah mulai dengan jawaban ini. “Saya tidak kuatir dengan pekerjaan ini, namun tentunya ada beberapa tantangan yang harus saya selesaikan agar saya siap kerja dan enjoy dengan pekerjaan ini. Misalnya, menyesuaikan dengan ritme kerja rekan-rekan disini. Apakah ritme saya terlalu lamban atau terlalu cepat dibanding lainnya”. Dua kalimat terakhir silakan dimodifikasi sesuai dengan karakter anda. Tapi kalimat pertama, sepertinya sangat aman untuk mengalihkan kekuatiran menjadi tantangan. 10. Akan berapa lama anda bekerja di perusahaan kami? Hehehe … Apakah anda sudah mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan semacam ini? Pernah ada yang menjawab seperti berikut ini, “Saya yakin akan lama, karena saya tidak mau mencoba mendaftar perusahaan yang tidak saya yakini cocok dengan karakter saya”. 11. Mengapa anda keluar dari tempat kerja sebelumnya? Jujur saja, inilah pertanyaan yang sulit dijawab bila anda tidak memiliki alasan kongkret. Misalnya anda ingin bekerja di kota yang sama dengan rumah orang tua, karena ingin sekalian mengurusi orang tua. Atau kontrak kerja tidak diperpanjang. Jawaban apapun yang anda sampaikan, apabila tidak faktual/kongkret, pasti akan dikejar lebih jauh. So, saya sarankan jangan sampai terbawa emosi dan masuk ke ranah yang bersifat pribadi. 12. Dari CV yang anda lampirkan, anda over-kualifikasi untuk pekerjaan ini. Mengapa anda masih tertarik mendaftarkan diri? Prinsipnya, pastikan anda tidak asal atau sekedar coba-coba melamar pekerjaan yang tidak anda pahami. “Terkait pertanyaan Bapak/Ibu, saya mencoba realistis dan kompromistis dengan banyak hal selain kualifikasi saya yang dianggap over untuk posisi ini. Misalnya, saya jadi bisa pindah ke kota ini sehingga lebih dekat dengan orang tua, saya akan memiliki rekan-rekan kerja dan suasana kerja yang lebih dinamis sehingga bisa tumbuh bersama dengan perusahaan dengan lebih cepat”. 13. Gaji untuk pekerjaan ini lebih rendah daripada gaji anda sebelumnya, bagaimana menurut anda? Dialihkan saja ke jawaban yang sifatnya normatif. “Gaji memang penting bagi saya. Namun saya harus realistis dan kompromistis dengan hal-hal yang lain, selain gaji. Misalnya, saya jadi bisa pindah ke kota ini sehingga lebih dekat dengan orang tua, saya akan memiliki rekan-rekan kerja dan suasana kerja yang lebih dinamis sehingga bisa tumbuh bersama dengan perusahaan dengan lebih cepat.” 14. Anda telah berkali-kali pindah pekerjaan. Di usia anda sekarang, mengapa anda masih belum menemukan pekerjaan yang cocok bagi masa depan anda? Kali ini anda pasti dibuat pusing mencari jawaban yang pas. Kalau pekerjaan-pekerjan yang dulu selalu habis masa kontraknya, maka gampang bagi anda untuk menjawabnya. Tapi bila bukan karena habis masa kontraknya, maka wajar kalau anda harus memeras otak untuk mencari jawaban yang elegan. “Setiap kali saya melamar pekerjaan-pekerjaan yang lalu, saya selalu berkomitmen untuk loyal dan memberikan yang terbaik. Dan meski suasana kerja atau kenyataan tidak selalu seperti yang saya harapkan, saya selalu mengalah terlebih dahulu. Saya selalu bertekad untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan. Sampai pada suatu saat tertentu saya terpaksa membuat keputusan keluar dari pekerjaan-pekerjaan tersebut.” 15. Tindakan apa yang tidak melanggar aturan/hukum namun yang paling bertentangan dengan nilai yang anda yakini? Ada sebuah jawaban yang dulu pernah muncul, “Saya sangat menghormati dan menghargai semua orang tanpa terkecuali. Sehingga saya sangat tidak setuju apabila ada seseorang baik di depan saya, akrab dan terkesan positif terhadap kinerja saya, namun tega menjelek-jelakkan saya di belakang saya. Apalagi bila itu berupa fitnah dan hanya sekedar ingin bersaing dalam hal karir dengan saya”. Lalu pertanyaan selanjutnya bisa ditebak: Apa yang anda lakukan terhadap orang yang menjelek-jelekkan anda tersebut? Jawaban pada waktu itu adalah, “Saya akan ajak dia bicara baik-baik, dan saya minta jangan diulang lagi demi kebersamaan. Bila masih terus dia lakukan lagi, saya tidak akan mencari keributan dengannya, dan saya diamkan saja. Saya tetap mencoba positif saja”. 16. Apakah anda merasa sudah berhasil memuaskan atasan anda pada pakerjaan yang lalu? “Saya selalu mengerjakan seluruh tugas yang diberikan sesuai dengan SOP yang berlaku. Bila atasan saya tidak puas, pasti saya akan dikomplain atau dimarahi. Sekali dua kali, pernah saya ditegur oleh atasan. Namun sebagian besar tidak pernah ada masalah. Jadi, kemungkinan besar atasan saya cukup puas dengan pekerjaan saya”. 17. Apa yang ingin anda capai dalam 5 tahun mendatang? “Saya ingin memiliki sebuah keluarga yang bahagia, serta pekerjaan yang membahagiakan keluarga dan perusahaan.” 18. Ada pertanyaan yang ingin sampaikan? Kebanyakan jarang bertanya balik, atau paling sering muncul pertanyaan tentang seputar kapan dan melalui apa hasil wawancara diumumkan. Semoga sukses Sumber: http://www.isigood.com/karir-wirausaha/sukses-diterima-kerja-karena-sukses-menjawab-18-pertanyaan-ini/

0 comments:

Post a Comment