Wednesday, 28 December 2011

Bramirus Mikail | Lusia Kus Anna | Rabu, 28 Desember 2011 | 10:57 WIB
Kompas.com - Sehat tidaknya makanan yang kita asup semua tergantung kita. Dan membuat perubahan, khususnya pada apa yang Anda makan adalah salah satu cara termudah untuk mengelola dan mengontrol kesehatan. Selain memberikan energi yang dibutuhkan, makanan yang Anda konsumsi setiap hari juga berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit. Ada banyak makanan sehat yang bisa dengan mudah Anda peroleh di alam ini. Berikut adalah 10 makanan paling bergizi di dunia yang harus Anda masukan dalam menu makanan sehari-hari: Alpukat Jangan salah mengartikan lemak yang terkandung pada buah alpukat. Lemak alpukat termasuk dalam kelompok lemak tak jenuh tunggal sehingga tidak akan membuat perut Anda gendut. Buah alpukat justru dapat menurunkan kolesterol. Para peneliti menemukan bahwa mengganti hanya lima persen dari kalori yang berasal dari lemak jenuh (mentega atau keju) dengan lemak tak jenuh tunggal (alpukat) bisa memangkas risiko serangan jantung lebih dari sepertiga. Manfaat tambahan lainnya, alpukat juga tinggi kandungan beta-sitosterol, sterol tanaman yang menghambat penyerapan kolesterol dari makanan, bertindak sebagai senyawa antikanker (glutatin) dan antioksidan kuat.

Friday, 16 December 2011


Shutterstock Ilustrasi

Inggried Dwi Wedhaswary | Selasa, 13 Desember 2011 | 11:11 WIB
Mungkin ada yang memercayai bahwa kesuksesan dalam belajar datang dengan sendirinya. Tak salah memang, ketika ada yang meraih kesuksesan dalam studinya, padahal ia terlihat tidak melakukan usaha yang sangat keras. Akan tetapi, kebanyakan pelajar justru meraih kesuksesan dengan mengembangkan dan mengaplikasikan kebiasaan belajar yang efektif? Nah, 10 trik berikut ini mungkin bisa jadi panduan bagi Anda yang tengah mencari cara terbaik dalam belajar.

1. Jangan mencoba untuk memaksakan belajar dalam satu sesi

Biasanya, para pelajar yang sukses selalu meluangkan waktu belajarnya lebih pendek dan jarang memaksakan mempelajari seluruhnya dalam satu atau dua sesi. Kuncinya, belajarlah dengan konsisten dan lakukan secara reguler meskipun dalam waktu singkat.
Kalpataru Sumut selamatkan lingkungan
Warta
WASPADA ONLINE
TOBASA - Sebanyak 13 kelompok pengabdi lingkungan penerima penghargaan Kalpataru Sumatera Utara, akan menyampaikan deklarasi sebagai komitmen melestarikan lingkungan dan seruan penyelamatan Danau Toba di depan Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta.

“Dokumen deklarasi akan diserahkan lima orang utusan kader lingkungan hidup pada acara revitalisasi peran para penerima Kalpataru, Kamis (20/10) di Taman Eden Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara,” ujar Ketua Yayasan El Shaddai, Marandus Sirait, tadi sore.

Ia mengatakan, penyampaian deklarasi bertujuan untuk membangun kesatuan dan kesamaan persepsi di antara para penerima Kalpataru sebagai bentuk komitmen terhadap kepedulian perbaikan kualitas ekosistem Danau Toba yang dewasa ini kian terganggu keseimbangannya.

Sejak tahun 1980 hingga 2011, pemerintah telah menganugerahkan Kalpataru kepada 285 masyarakat yang tersebar di berbagai daerah dan 13 kelompok, di antaranya berasal dari Provinsi Sumatera Utara.

Marandus, yang juga penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2005 itu menyebutkan, dirinya merasa ngeri memikirkan dampak yang terjadi atas kerusakan ekosistem danau Toba, sebab jika terus dibiarkan degradasinya akan semakin parah, ditambah pembalakan liar terhadap kawasan hutan di wilayah tersebut.

Memang, kata dia, gerakan moral serta tanggungjawab menyelamatkan danau kebanggaan bangsa tersebut merupakan panggilan nurani dan bukan keterpaksaan, yang tentunya harus diperlihatkan dengan aksi nyata.

Sebab, lanjutnya, keindahan alam merupakan suatu karunia Tuhan yang sangat berharga dalam kehidupan manusia yang jika dimanfaatkan dengan baik akan berpengaruh positif menuju masyarakat sejahtera, dan sebaliknya bisa mengakibatkan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat.

“Dengan pernyataan sikap ‘Clean up The Lake dan Green up The land’ mari kita selamatkan Danau Toba, sebab kekayaan alamnya yang luar biasa sudah termasuk dalam daftar keajaiban dunia,” kata Marandus.

Menurutnya, kondisi danau terbesar di Asia Tenggara tersebut sudah semakin kritis, sebab dari luas 260 ribu hektar, sekitar 100 ribu hektar ekosistemnya sudah rusak, dan keindahannya dikotori sampah dan polusi, bahkan hutan sebagai resapan air pun banyak yang telah dibakar.

Dikatakannya, kegiatan revitalisasi peran penerima Kalpataru tersebut guna mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan dan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pusat PLH Eko Region Sumatera, serta para penerima Kalpataru dari berbagai wilayah.

Editor: SUWANDI